Jami' at-Tirmidzi · 161

No. 176 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Shalatكتاب الصلاة
Bab
Bab 15: Riwayat tentang menyegerakan shalat apabila imam menundanyaباب مَا جَاءَ فِي تَعْجِيلِ الصَّلاَةِ إِذَا أَخَّرَهَا الإِمَامُ

Teks Arab

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيُّ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي يُمِيتُونَ الصَّلَاةَ فَصَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ صُلِّيَتْ لِوَقْتِهَا كَانَتْ لَكَ نَافِلَةً وَإِلَّا كُنْتَ قَدْ أَحْرَزْتَ صَلَاتَكَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَعُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي ذَرٍّ حَدِيثٌ حَسَنٌ وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ يَسْتَحِبُّونَ أَنْ يُصَلِّيَ الرَّجُلُ الصَّلَاةَ لِمِيقَاتِهَا إِذَا أَخَّرَهَا الْإِمَامُ ثُمَّ يُصَلِّي مَعَ الْإِمَامِ وَالصَّلَاةُ الْأُولَى هِيَ الْمَكْتُوبَةُ عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَبُو عِمْرَانَ الْجَوْنِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ حَبِيبٍ.

Terjemah

Muhammad bin Musa al-Bashri menceritakan kepada kami, Ja'far bin Sulaiman adh-Dhuba'i menceritakan kepada kami dari Abu Imran al-Jauni, dari Abdullah bin ash-Shamit, dari Abu Dzar, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Wahai Abu Dzar, akan ada para pemimpin sesudahku yang mematikan shalat (mengakhirkannya dari waktunya). Maka shalatlah engkau pada waktunya; jika shalat (berjamaah) dikerjakan pada waktunya, maka shalatmu (yang pertama) menjadi tambahan (nafilah); dan jika tidak, engkau telah menyelamatkan shalatmu." Dalam bab ini ada riwayat dari Abdullah bin Mas'ud dan Ubadah bin ash-Shamit. Abu Isa berkata: Hadis Abu Dzar adalah hadis hasan, dan itulah pendapat banyak ahli ilmu: mereka menganjurkan seseorang shalat pada waktunya apabila imam mengakhirkannya, kemudian ia shalat lagi bersama imam; dan shalat yang pertama itulah yang menjadi shalat wajibnya menurut kebanyakan ahli ilmu. Abu Imran al-Jauni namanya Abdul Malik bin Habib.