- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Zuhudكتاب الزهد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
- Bab
- Bab 17: Riwayat: Perumpamaan dunia adalah perumpamaan empat orangباب مَا جَاءَ مَثَلُ الدُّنْيَا مَثَلُ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ
Teks Arab
Terjemah
Muhammad bin Isma'il menceritakan kepada kami, Abu Nu'aim menceritakan kepada kami, Ubadah bin Muslim menceritakan kepada kami, Yunus bin Khabbab menceritakan kepada kami dari Sa'id ath-Tha'i Abu al-Bakhtari, bahwa ia berkata: Abu Kabsyah al-Anmari menceritakan kepadaku bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Ada tiga hal yang aku bersumpah atasnya, dan aku akan menceritakan kepada kalian suatu hadis maka hafalkanlah." Beliau bersabda: "Tidaklah harta seorang hamba berkurang karena sedekah; tidaklah seorang hamba dizalimi dengan suatu kezaliman lalu ia bersabar atasnya melainkan Allah menambahkan kemuliaan kepadanya; dan tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta melainkan Allah membukakan atasnya pintu kefakiran" — atau kalimat semisalnya. "Dan aku akan menceritakan kepada kalian suatu hadis maka hafalkanlah." Beliau bersabda: "Sesungguhnya dunia ini (dihuni) oleh empat macam orang: seorang hamba yang Allah karuniai harta dan ilmu, lalu ia bertakwa kepada Rabbnya dalam hartanya, menyambung silaturahim dengannya, dan mengetahui adanya hak Allah di dalamnya — maka ini pada kedudukan yang paling utama. Seorang hamba yang Allah karuniai ilmu namun tidak dikaruniai harta, lalu ia benar niatnya dan berkata: 'Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan beramal seperti amal si Fulan' — maka ia (dinilai) dengan niatnya, sehingga pahala keduanya sama. Seorang hamba yang Allah karuniai harta namun tidak dikaruniai ilmu, lalu ia menghamburkan hartanya tanpa ilmu, tidak bertakwa kepada Rabbnya di dalamnya, tidak menyambung silaturahim dengannya, dan tidak mengetahui adanya hak Allah di dalamnya — maka ini pada kedudukan yang paling buruk. Dan seorang hamba yang Allah tidak karuniai harta maupun ilmu, lalu ia berkata: 'Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan beramal dengannya seperti amal si Fulan' — maka ia (dinilai) dengan niatnya, sehingga dosa keduanya sama." Abu Isa berkata: Ini hadis hasan sahih.