Jami' at-Tirmidzi · 2383

No. 2459 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Gambaran Hari Kiamat, Ar-Riqaq, dan Al-Wara'كتاب صفة القيامة والرقائق والورع عن رسول الله صلى الله
Bab
Bab 25باب ‏

Teks Arab

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ حَبِيبٍ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ قَالَ وَمَعْنَى قَوْلِهِ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ يَقُولُ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِي الدُّنْيَا قَبْلَ أَنْ يُحَاسَبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيُرْوَى عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِي الدُّنْيَا وَيُرْوَى عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ قَالَ لَا يَكُونُ الْعَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ كَمَا يُحَاسِبُ شَرِيكَهُ مِنْ أَيْنَ مَطْعَمُهُ وَمَلْبَسُهُ.

Terjemah

Sufyan bin Waki' menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus menceritakan kepada kami dari Abu Bakar bin Abu Maryam; dan Abdullah bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Amr bin Aun mengabarkan kepada kami, Ibnu al-Mubarak mengabarkan kepada kami dari Abu Bakar bin Abu Maryam, dari Dhamrah bin Habib, dari Syaddad bin Aus, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya sendiri dan beramal untuk (kehidupan) setelah kematian; sedangkan orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya lalu berharap-harap (ampunan) kepada Allah (tanpa amal)." Ia berkata: Ini hadis hasan. Ia berkata: Makna sabda beliau "man dana nafsahu" — yakni menghisab dirinya di dunia sebelum ia dihisab pada hari Kiamat. Diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab, ia berkata: "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah untuk penghadapan yang terbesar; karena hisab pada hari Kiamat hanya akan ringan bagi orang yang menghisab dirinya di dunia." Diriwayatkan pula dari Maimun bin Mihran, ia berkata: "Seorang hamba tidak akan menjadi orang bertakwa sampai ia menghisab dirinya sebagaimana ia menghisab sekutu dagangnya: dari mana makanannya dan dari mana pakaiannya."