Jami' at-Tirmidzi · 239

No. 258 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Shalatكتاب الصلاة
Bab
Bab 77: Riwayat tentang meletakkan kedua tangan pada kedua lutut ketika rukukباب مَا جَاءَ فِي وَضْعِ الْيَدَيْنِ عَلَى الرُّكْبَتَيْنِ فِي الرُّكُوعِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا أَبُو حَصِينٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ قَالَ قَالَ لَنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنَّ الرُّكَبَ سُنَّتْ لَكُمْ فَخُذُوا بِالرُّكَبِ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ سَعْدٍ وَأَنَسٍ وَأَبِي حُمَيْدٍ وَأَبِي أُسَيْدٍ وَسَهْلِ بْنِ سَعْدٍ وَمُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ وَأَبِي مَسْعُودٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ لَا اخْتِلَافَ بَيْنَهُمْ فِي ذَلِكَ إِلَّا مَا رُوِيَ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَبَعْضِ أَصْحَابِهِ أَنَّهُمْ كَانُوا يُطَبِّقُونَ وَالتَّطْبِيقُ مَنْسُوخٌ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ.

Terjemah

Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy menceritakan kepada kami, Abu Hashin menceritakan kepada kami dari Abu Abdurrahman as-Sulami, ia berkata: Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata kepada kami: "Sesungguhnya (meletakkan tangan pada) kedua lutut telah disunnahkan bagi kalian, maka peganglah kedua lutut." Ia berkata: Dalam bab ini ada riwayat dari Sa'd, Anas, Abu Humaid, Abu Usaid, Sahl bin Sa'd, Muhammad bin Maslamah, dan Abu Mas'ud. Abu Isa berkata: Hadis Umar adalah hadis hasan sahih, dan amalan menurut ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi ﷺ, tabi'in, dan sesudah mereka sesuai dengan ini — tidak ada perbedaan di antara mereka dalam hal itu, kecuali apa yang diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud dan sebagian sahabatnya bahwa mereka melakukan tathbiq (merapatkan kedua tangan di antara dua lutut); dan tathbiq itu mansukh (dihapus) menurut ahli ilmu.