Jami' at-Tirmidzi · 2691

No. 2767 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Adabكتاب الأدب عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
Bab
Bab 20: Riwayat tentang dibencinya hal ituباب مَا جَاءَ فِي الْكَرَاهِيَةِ فِي ذَلِكَ

Teks Arab

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ اشْتِمَالِ الصَّمَّاءِ وَالِاحْتِبَاءِ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَأَنْ يَرْفَعَ الرَّجُلُ إِحْدَى رِجْلَيْهِ عَلَى الْأُخْرَى وَهُوَ مُسْتَلْقٍ عَلَى ظَهْرِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

Terjemah

Qutaibah menceritakan kepada kami, al-Laits menceritakan kepada kami dari Abu az-Zubair, dari Jabir, bahwa Rasulullah ﷺ melarang isytimalush shamma' (berselimut dengan satu kain hingga menutup seluruh badan tanpa celah untuk tangan), ihtiba' (duduk memeluk lutut) dengan satu kain saja, dan melarang seseorang menaikkan salah satu kakinya di atas kaki yang lain sementara ia berbaring telentang. Abu Isa berkata: Ini hadis hasan sahih.