- Derajat
- Memuat derajat…
- Kitab
- Keutamaan (Manaqib)كتاب المناقب عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
- Bab
- Bab 18: Tentang keutamaan Umar bin Al-Khaththab ra.باب فِي مَنَاقِبِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضى الله عنه
Teks Arab
Terjemah
Al-Husain bin Huraits Abu Ammar al-Marwazi menceritakan kepada kami, Ali bin al-Husain bin Waqid menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Abdullah bin Buraidah menceritakan kepadaku, ia berkata: Ayahku Buraidah menceritakan kepadaku, ia berkata: Pada suatu pagi Rasulullah ﷺ memanggil Bilal lalu bersabda: "Hai Bilal, dengan amal apa engkau mendahuluiku ke surga? Tidaklah aku masuk surga sekali pun melainkan aku mendengar suara gemerisik (langkah)mu di depanku. Tadi malam aku masuk surga, lalu aku mendengar gemerisikmu di depanku. Kemudian aku sampai pada sebuah istana berbentuk segi empat yang tinggi menjulang dari emas. Aku bertanya: Milik siapa istana ini? Mereka menjawab: Milik seorang lelaki dari bangsa Arab. Aku berkata: Aku ini orang Arab, milik siapa istana ini? Mereka menjawab: Milik seorang lelaki dari Quraisy. Aku berkata: Aku ini orang Quraisy, milik siapa istana ini? Mereka menjawab: Milik seorang lelaki dari umat Muhammad. Aku berkata: Aku Muhammad, milik siapa istana ini? Mereka menjawab: Milik Umar bin al-Khaththab." Maka Bilal berkata: Wahai Rasulullah, tidaklah aku mengumandangkan azan sekali pun melainkan aku shalat dua rakaat, dan tidaklah aku mengalami hadas sekali pun melainkan aku berwudhu saat itu, dan aku memandang bahwa Allah berhak atas dua rakaat dariku. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Dengan sebab kedua amal itulah." Dalam bab ini juga ada riwayat dari Jabir, Mu'adz, Anas, dan Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Aku melihat di surga sebuah istana dari emas, lalu aku bertanya: Milik siapa ini? Dijawab: Milik Umar bin al-Khaththab." Abu Isa berkata: Ini hadis hasan sahih garib. Makna sabda beliau "tadi malam aku masuk surga" adalah: aku melihat dalam mimpi seakan-akan aku masuk surga; demikianlah diriwayatkan dalam sebagian hadis. Dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata: Mimpi para nabi adalah wahyu.