Jami' at-Tirmidzi · 654

No. 722 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Puasaكتاب الصوم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
Bab
Bab 26: Riwayat tentang orang berpuasa yang makan atau minum karena lupaباب مَا جَاءَ فِي الصَّائِمِ يَأْكُلُ أَوْ يَشْرَبُ نَاسِيًا

Teks Arab

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ حَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكَلَ أَوْ شَرِبَ نَاسِيًا فَلَا يُفْطِرْ فَإِنَّمَا هُوَ رِزْقٌ رَزَقَهُ اللَّهُ حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ عَوْفٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ وَخَلَّاسٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ أَوْ نَحْوَهُ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَأُمِّ إِسْحَقَ الْغَنَوِيَّةِ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ و قَالَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ إِذَا أَكَلَ فِي رَمَضَانَ نَاسِيًا فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ وَالْقَوْلُ الْأَوَّلُ أَصَحُّ.

Terjemah

Abu Sa'id al-Asyajj menceritakan kepada kami, Abu Khalid al-Ahmar menceritakan kepada kami dari Hajjaj bin Arthah, dari Qatadah, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa makan atau minum karena lupa, janganlah ia berbuka (menganggap puasanya batal); itu hanyalah rezeki yang Allah berikan kepadanya." Abu Sa'id al-Asyajj menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami dari Auf, dari Ibnu Sirin dan Khallas, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, semisalnya. Ia berkata: Dalam bab ini ada riwayat dari Abu Sa'id dan Ummu Ishaq al-Ghanawiyyah. Abu Isa berkata: Hadis Abu Hurairah adalah hadis hasan sahih. Pengamalannya demikian menurut mayoritas ahli ilmu, dan dengan itu berpendapat Sufyan ats-Tsauri, asy-Syafi'i, Ahmad, dan Ishaq. Malik bin Anas berkata: Apabila ia makan pada bulan Ramadan karena lupa, maka wajib mengqada. Namun pendapat pertama lebih sahih.