Jami' at-Tirmidzi · 659

No. 727 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Puasaكتاب الصوم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
Bab
Bab 31: Riwayat tentang ciuman bagi orang berpuasaباب مَا جَاءَ فِي الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ وَقُتَيْبَةُ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ فِي شَهْرِ الصَّوْمِ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَحَفْصَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ وَأُمِّ سَلَمَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَنَسٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ فِي الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ فَرَخَّصَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْقُبْلَةِ لِلشَّيْخِ وَلَمْ يُرَخِّصُوا لِلشَّابِّ مَخَافَةَ أَنْ لَا يَسْلَمَ لَهُ صَوْمُهُ وَالْمُبَاشَرَةُ عِنْدَهُمْ أَشَدُّ وَقَدْ قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ الْقُبْلَةُ تُنْقِصُ الْأَجْرَ وَلَا تُفْطِرُ الصَّائِمَ وَرَأَوْا أَنَّ لِلصَّائِمِ إِذَا مَلَكَ نَفْسَهُ أَنْ يُقَبِّلَ وَإِذَا لَمْ يَأْمَنْ عَلَى نَفْسِهِ تَرَكَ الْقُبْلَةَ لِيَسْلَمَ لَهُ صَوْمُهُ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَالشَّافِعِيِّ.

Terjemah

Hannad dan Qutaibah menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abu al-Ahwash menceritakan kepada kami dari Ziyad bin Ilaqah, dari Amr bin Maimun, dari Aisyah, bahwa Nabi ﷺ dahulu mencium (istrinya) pada bulan puasa. Ia berkata: Dalam bab ini ada riwayat dari Umar bin al-Khaththab, Hafshah, Abu Sa'id, Ummu Salamah, Ibnu Abbas, Anas, dan Abu Hurairah. Abu Isa berkata: Hadis Aisyah adalah hadis hasan sahih. Para ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi ﷺ dan selain mereka berbeda pendapat tentang mencium bagi orang berpuasa: sebagian sahabat Nabi ﷺ memberi keringanan mencium bagi orang tua, namun tidak memberi keringanan bagi orang muda karena khawatir puasanya tidak terjaga; dan bercumbu (mubasyarah) menurut mereka lebih berat lagi. Sebagian ahli ilmu berkata: Mencium mengurangi pahala namun tidak membatalkan puasa; mereka memandang bahwa orang berpuasa yang dapat menguasai dirinya boleh mencium, dan jika ia tidak merasa aman atas dirinya, hendaklah ia meninggalkannya agar puasanya terjaga — ini pendapat Sufyan ats-Tsauri dan asy-Syafi'i.