Jami' at-Tirmidzi · 769

No. 840 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Hajiكتاب الحج عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
Bab
Bab 23: Riwayat tentang makruhnya pernikahan orang yang berihramباب مَا جَاءَ فِي كَرَاهِيَةِ تَزْوِيجِ الْمُحْرِمِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ نُبَيْهِ بْنِ وَهْبٍ قَالَ أَرَادَ ابْنُ مَعْمَرٍ أَنْ يُنْكِحَ ابْنَهُ فَبَعَثَنِي إِلَى أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ وَهُوَ أَمِيرُ الْمَوْسِمِ بِمَكَّةَ فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ إِنَّ أَخَاكَ يُرِيدُ أَنْ يُنْكِحَ ابْنَهُ فَأَحَبَّ أَنْ يُشْهِدَكَ ذَلِكَ قَالَ لَا أُرَاهُ إِلَّا أَعْرَابِيًّا جَافِيًا إِنَّ الْمُحْرِمَ لَا يَنْكِحُ وَلَا يُنْكَحُ أَوْ كَمَا قَالَ ثُمَّ حَدَّثَ عَنْ عُثْمَانَ مِثْلَهُ يَرْفَعُهُ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي رَافِعٍ وَمَيْمُونَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عُثْمَانَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ وَابْنُ عُمَرَ وَهُوَ قَوْلُ بَعْضِ فُقَهَاءِ التَّابِعِينَ وَبِهِ يَقُولُ مَالِكٌ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ لَا يَرَوْنَ أَنْ يَتَزَوَّجَ الْمُحْرِمُ قَالُوا فَإِنْ نَكَحَ فَنِكَاحُهُ بَاطِلٌ.

Terjemah

Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, Isma'il bin Ulayyah menceritakan kepada kami, Ayyub menceritakan kepada kami dari Nafi', dari Nubaih bin Wahb, ia berkata: Ibnu Ma'mar hendak menikahkan anaknya, maka ia mengutusku kepada Aban bin Utsman — ketika itu ia amir musim haji di Mekah. Aku datang kepadanya dan berkata: "Sesungguhnya saudaramu hendak menikahkan anaknya dan ia ingin engkau menyaksikannya." Ia berkata: "Aku tidak memandangnya kecuali sebagai orang badui yang kasar (tidak mengerti); sesungguhnya orang yang berihram tidak boleh menikah dan tidak boleh menikahkan" — atau sebagaimana yang ia katakan. Kemudian ia menceritakan dari Utsman semisalnya secara marfu'. Dan dalam bab ini ada riwayat dari Abu Rafi' dan Maimunah. Abu Isa berkata: Hadis Utsman adalah hadis hasan sahih. Pengamalannya demikian menurut sebagian sahabat Nabi ﷺ, di antaranya Umar bin al-Khaththab, Ali bin Abu Thalib, dan Ibnu Umar; itu juga pendapat sebagian fukaha tabiin, dan dengan itu berpendapat Malik, asy-Syafi'i, Ahmad, dan Ishaq — mereka tidak memandang boleh orang yang berihram menikah; mereka berkata: jika ia menikah, maka pernikahannya batal.