فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِۚ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥۗ
"…Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu…" (penggalan QS al-Baqarah: 144)

Arah Kiblat

Arah ke Ka'bah dihitung dari lokasi Anda. Cara paling andal tanpa alat: bayangan matahari pada jam yang ditunjukkan di bawah. Kompas HP menjadi pelengkap.

📍 Lokasi belum dipilih
Arah kiblat dihitung dari titik koordinat. Lokasi perangkat paling tepat; bisa juga memakai kota dari halaman Jadwal Shalat.
atau pilih kota
Dari mana angka ini? — rumus, sumber, dan batasnya

Arah kiblat dihitung sebagai arah lingkaran besar (jarak terpendek di permukaan bumi) dari lokasi Anda ke Ka'bah di koordinat 21,4225° LU, 39,8262° BT, diukur searah jarum jam dari utara sejati (utara geografis). Hasilnya dicocokkan dengan fungsi kiblat pustaka adhan.js yang dipakai halaman Jadwal Shalat.

Bayangan kiblat: posisi matahari dihitung di perangkat Anda (rumus posisi matahari NOAA, ketelitian sekitar satu menit busur). Jam yang ditampilkan adalah saat arah matahari tepat sejajar dengan arah kiblat (bayangan membelakangi kiblat) atau tepat berlawanan (bayangan menunjuk kiblat). Saat matahari tepat di atas Ka'bah, semua bayangan di belahan bumi yang masih siang membelakangi kiblat.

Kompas HP mengukur medan magnet, sehingga menunjuk utara magnetik, bukan utara sejati, dan mudah terganggu logam di dekatnya. Selisih utara magnetik dan utara sejati di Indonesia kecil tetapi tidak nol. Karena itu cocokkan kompas dengan cara bayangan bila memungkinkan. Aplikasi Android hamba.id mengoreksi selisih ini secara otomatis.

Lokasi yang Anda pilih di halaman ini hanya disimpan di perangkat ini.