Ad-Duha turun sebagai penghiburan: Allah tidak meninggalkan dan tidak pula membenci Nabi-Nya. Sebelas ayatnya ditutup dengan perintah menyantuni anak yatim, tidak menghardik peminta-minta, dan menyebut-nyebut nikmat Tuhan.
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.
وَلَلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لَّكَ مِنَ ٱلۡأُولَىٰ
Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).
وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيكَ رَبُّكَ فَتَرۡضَىٰٓ
Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.
أَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيمٗا فَـَٔاوَىٰ
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);
وَوَجَدَكَ ضَآلّٗا فَهَدَىٰ
mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);
وَوَجَدَكَ عَآئِلٗا فَأَغۡنَىٰ
dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?
وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنۡهَرۡ
Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.
Sumber teks
Teks Arab memakai rasm Utsmani (riwayat Hafs) dari basis data QPC. Terjemahan memakai Terjemah Al-Qur'an Kemenag edisi 2019 — sumber yang sama persis dengan yang dipakai Reader Mushaf hamba.id, sehingga tak mungkin berbeda antar halaman. Penandaan Makkiyah/Madaniyah mengikuti Mushaf Standar Indonesia. Halaman ini belum menyediakan transliterasi Latin.