An-Naba' dibuka dengan pertanyaan tentang “berita besar” yang diperselisihkan manusia, yaitu hari kebangkitan. Surah ini memaparkan tanda-tanda kekuasaan Allah di bumi dan langit sebelum menggambarkan hari keputusan.
وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا
Kami menurunkan dari awan air hujan yang tercurah dengan deras
إِنَّ يَوۡمَ ٱلۡفَصۡلِ كَانَ مِيقَٰتٗا
Sesungguhnya hari Keputusan itu adalah waktu yang telah ditetapkan,
يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا
(yaitu) hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong.
وَسُيِّرَتِ ٱلۡجِبَالُ فَكَانَتۡ سَرَابًا
Gunung-gunung pun dijalankan. Maka, ia menjadi (seperti) fatamorgana.
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتۡ مِرۡصَادٗا
Sesungguhnya (neraka) Jahanam itu (merupakan) tempat mengintai (bagi penjaga neraka)
لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا
Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا
Sesungguhnya mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.
وَكُلَّ شَيۡءٍ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا
Segala sesuatu telah Kami catat dalam kitab (catatan amal manusia).
فَذُوقُواْ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا
Oleh karena itu, rasakanlah! Tidak akan Kami tambahkan kepadamu, kecuali azab.
إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ مَفَازًا
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (ada) kemenangan (surga),
لَّا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا كِذَّـٰبٗا
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak pula (perkataan) dusta.
جَزَآءٗ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابٗا
(Hal itu) sebagai balasan (dan) pemberian yang banyak dari Tuhanmu,
رَّبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ٱلرَّحۡمَٰنِۖ لَا يَمۡلِكُونَ مِنۡهُ خِطَابٗا
(yaitu) Tuhan (pemelihara) langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pengasih. Mereka tidak memiliki (hak) berbicara dengan-Nya.
يَوۡمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَـٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَقَالَ صَوَابٗا
Pada hari ketika Rūḥ dan malaikat berdiri bersaf-saf. Mereka tidak berbicara, kecuali yang diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia mengatakan yang benar.
ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا
Itulah hari yang hak (pasti terjadi). Siapa yang menghendaki (keselamatan) niscaya menempuh jalan kembali kepada Tuhannya (dengan beramal saleh).
إِنَّآ أَنذَرۡنَٰكُمۡ عَذَابٗا قَرِيبٗا يَوۡمَ يَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلۡكَافِرُ يَٰلَيۡتَنِي كُنتُ تُرَٰبَۢا
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kamu akan azab yang dekat pada hari (ketika) manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata, “Oh, seandainya saja aku menjadi tanah.”
Sumber teks
Teks Arab memakai rasm Utsmani (riwayat Hafs) dari basis data QPC. Terjemahan memakai Terjemah Al-Qur'an Kemenag edisi 2019 — sumber yang sama persis dengan yang dipakai Reader Mushaf hamba.id, sehingga tak mungkin berbeda antar halaman. Penandaan Makkiyah/Madaniyah mengikuti Mushaf Standar Indonesia. Halaman ini belum menyediakan transliterasi Latin.